Jumat, 20 April 2012

Perang Dunia 1

PERANG DUNIA I

Perang Dunia I terjadi antara tahun 1914-1918. Perang tersebut merupakan perang terbesar dibandingkan dengan perang yang pernah ada sebelumnya. Perang hebat ini pada awalnya hanya terjadi di kawasan benua Eropa, kemudian menjalar ke ke negara-negara di kawasan Benua Amerika dan Asia, seperti Kanada, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Cina dan Jepang. Itulah sebabnya perang ini disebut Perang Dunia.

A. Latar Belakang Perang Dunia I
Latar belakang Perang Dunia I dibedakan atas 2 macam yaitu penyebab tidak langsung dan penyebab langsung. Penyebab tidak langsung Perang Dunia I adalah :
1. Perkembangan Nasionalisme
·         Perkembangan nasionalisme di Eropa selama abad ke-19, memunculkan Italia dan Jerman sebagai kekuatan baru.
·         Perkembangan nasionalisme memunculkan kegelisahan Negara-negara imperialis, seperti Inggris, Perancis, Turki Ottoman, dan Austria-Hongaria. Negara-negara itu mulai menghadapi tuntutan kemerdekaan dari wilayah yang dikuasai.
2. Persaingan Ekonomi dan Politik
·         Perkembangan industri yang luar biasa di Eropa mengakibatkan timbulnya persaingan ekonomi untuk memperoleh bahan mentah industri dan pasar untuk menjual hasil industri.
·         Persaingan ekonomi berkembang menjadi persaingan politik setelah negara-negara Eropa menggunakan imperialisme untuk menguasai suatu wilayah yang kaya akan bahan mentah industri ataupun yang berpotensi sebagai pasar hasil industri.
3. Pembentukan Aliansi Militer
·         Dalam suasana perkembangan nasionalisme dan persaingan ekonomi-politik, masing-masing Negara membangun kekuatan militer, seiring dengan teknologi mesin perang baru yang bermunculan ketika itu.
·         Persaingan yang semakin genting mendorong tiap negara yang bersaing untuk mencari kawan lalu membentuk aliansi militer. Aliansi militer itu bertujuan untuk mengamankan kedudukan dan mengimbangi ancaman aliansi militer pesaing.
·         Pada tahun 1882, Jerman, Italia, dan Austria-Hongaria membentuk persekutuan militer bernama Triple Alliance. Sebagai reaksi terhadap aliansi tersebut, Perancis, Inggris, dan Rusia membentuk Triple Entente pada tahun 1907. Akibatnya, bangsa-bangsa Eropa terbagi atas dua blok.
Penyebab lansung dari Perang Dunia I yaitu terbunuhnya Franz Ferdinand. Archduke Franz Ferdinand adalah pewaris tahta kerajaan Austria-Hongaria. Bersama istrinya, ia ditembak oleh Gavrilo Princip, seorang anggota kelompok teroris Serbia. Peristiwa yang terjadi tanggal 28 Juni 1914 itu menjadi alasan bagi Austria-Hongaria untuk menghancurkan Serbia. Sebulan setelah Franz Ferdinand terbunuh,tanggal 28 Juli 1914, Austria-Hongaria menyatakan perang kepada Serbia. Perang Dunia I pun dimulai.

B. Jalannya Perang Dunia I
Perang antara Austria dan Serbia meluas karena melibatkan sekutu-sekutunya. Serbia mendapatkan bantuan dari Rusia dan Perancis. Jerman memihak Austria dengan menyatakan perang dengan Perancis. Ketika Jerman menerobos Belgia untuk menyerang Perancis, Inggris membantu Belgia dan Perancis menyatakan perang dengan Jerman pada 4 Agustus 1914. Dalam jangka waktu seminggu, lima negara besar terlibat ke dalam kancah perang Austria-Serbia. Maka terjadilah perang besar-besaran.
Perang Dunia I ini terbagi kedalam dua blok yang berseteru, yaitu Blok Serikat atau Sekutu (Inggris, Perancis, dan Rusia) dan Blok Sentral (Jerman, Italia, dan Austria-Hungaria). Blok Serikat/Sekutu terdiri dari negara-negara yang tergabung dalam Triple Entente, sedangkan Blok Sentral terdiri dari negara-negara yang tergabung dalam Triple Alliance.
Peperangan terjadi di dua front, yaitu barat dan timur. Jerman menghadapi Perancis di front barat dan Rusia di front timur. Jerman merencanakan untuk menghancurkan Perancis di front barat sebelum menghadapi Rusia di timur. Pada September 1914, Jerman sudah mencapai sungai Marne dan mengancam Paris. Namun, rencana ini gagal karena mendapatkan perlawanan sengit dari Perancis. Selain itu Jerman harus menghadapi Rusia yang sudah menuju Prusia.
Perancis dapat menahan Jerman di sungai Marne, Inggris tetap dapat menguasai selat Inggris, serta Rusia tetap dapat bertahan di Prusia. Akhirnya, peperangan yang semula bersifat langsung kilat, kini menjadi peperangan pasif. Pasukan militer kedua belah pihak mengambil posisi masing-masing dalam parit-parit perlindungan yang memanjang sejauh 78 km dari laut Utara sampai perbatasan Swiss. Sementara perang berjalan lambat, kedua belah pihak berusaha memperkuat dirinya di luar Eropa dengan memperluas daerah jajahannya. Inggris dan Perancis menyerang daerah jajahan Jerman di Togoland, Kamerun, dan Afrika Timur. Di Asia Pasifik, Jepang mengambil alih daerah jajahan Jerman di Kepulauan Marshall, Mariana, dan Karolina.
Menurut perhitungan kekuatan, angkatan perang Blok Serikat lebih besar tiga kali lipat dari kekuatan Blok Sentral. Keadaan ini mengakibatkan Blok Sentral banyak mengalami kekalahan. Pada 12 Desember 1916, Jerman mengusulkan perdamaian. Usul tersebut diterima oleh pihak Serikat dengan persyaratan yang memberatkan bagi Blok Sentral, yaitu:
·         Pembebasan Belgia, Serbia, dan Montenegro yang dikuasai Jerman pada 1915.
·         Penarikan tentara Jerman dari Perancis, Rusia dan Rumania.
·         Pembebasan bangsa Italia, Slavia, Rumania, dan Cekoslovakia yang berada dibawah kekuasaan Austria dan pembebasan bangsa-bangsa yang berada dibawah kekuasaan Turki.
·         Ganti rugi perang dari pihak Sentral.
·         Jaminan yang meyakinkan bahwa perdamaian di Eropa akan dipelihara dengan baik.
Dengan persyaratan yang demikian berat, pihak Sentral pun akhirnya membatalkan usul perdamaian tersebut.
Untuk mematahkan blokade Inggis, Jerman pada 31 Januari 1917 melancarkan perang kapal selam tak terbatas. Akibatnya 5 kapal dagang dan penumpang Amerika Serikat ditenggelamkan Jerman pada Maret 1917, termasuk Kapal Lusitania yang sudah lebih dulu ditenggelamkan oleh Jerman pada 7 Mei 1915. Amerika yang semula bersikap netral, akhirnya mengumumkan perang terhadap Jerman pada 10 April 1917.
Sementara itu di Rusia terjadi pergolakan dari kaum buruh yang menginginkan perdamaian. Terjadi revolusi buruh yang menggulingkan kekuasan Kaisar Nicolas II dibawah pimpinan Lenin dari kaum Bolshevik. salah satu langkah dari pemerintahan kaum Bolshevik ini ialah menarik diri dari Perang Dunia I dengan melakukan Perjanjian Brest Litovsk (1918). Hal ini sangat menguntungkan Blok Sentral.
Sejak pasukan AS mengalir ke Benua Eropa, Blok Serikat mampu memukul mundur pasukan Blok Sentral. Akibatnya, pada September 1918, Bulgaria mengajukan damai dan satu persatu negara yang bergabung dalam Blok Sentral mengalami kekalahan.
Pasukan Serikat menduduki Macedonia dan Serbia, Inggris berhasil menduduki Yarussalem. Bersama-sama pasukan Arab, Inggris dibawah Jendral Allenby berhasil mendesak Turki dan berhasil merebut benteng-benteng pertahanan dari Baghdad sampai Aleppo. Turki tidak lagi menahan serangan-serangan Serikat. Akhirnya Turki harus menandatangani Perjanjian Sevres pada 1920. Sementara itu, bangsa-bangsa Polandia, Cekoslovakia, Kroasia dan Slavia membebaskan diri dan membentuk negara merdeka setelah kekaisaran Austria-Hongaria runtuh.
Pasukan Jerman bertahan mati-matian sambil mundur menahan gempuran-gempuran Sekutu. Semangat pasukan Jerman mulai rontok dan rakyat Jerman mengalami kelaparan. Sementara itu, di dalam negeri Jerman sendiri terjadi pemberontakan rakyat. Gerakan orang-orang komunis di Munich dapat menggulingkan kekaisaran Wilhelm II sehingga terbentuklah negara republik. Akhirnya Jerman pada 11 November 1918 menandatangani perjanjian gencatan senjata menurut syarat-syarat yang ditentukan pihak Serikat. Perang Dunia I berakhir setelah Jerman menandatangani Perjanjian Versailles pada 28 Juni 1919.

C. Akhir Perang Dunia I
Setelah gencatan senjata diumumkan, para tokoh Sekutu berunding di Paris untuk menyusun surat perjanjian yang akan disodorkan kepada Jerman. Empat tokoh yang merancang perjanjian tersebut adalah : Woodrow Wilson (Amerika Serikat), Loyd George (Inggris), Georges Clemenceau (Perancis), dan Vittorio Orlando (Italia).
Perundingan itu melahirkan Perjanjian Versailles pada tahun 1919. Isi Perjanjian Versailles yaitu :
·         Jerman harus menyerahkan kembali daerah yang dikuasai selama perang kepada para pemiliknya.
·         Jerman harus menanggung seluruh biaya ganti rugi perang.
·         Angkatan perang Jerman harus diperkecil.
·         Kapal-kapal dagang Jerman harus diserahkan kepada Inggris.
·         Wilayah Jerman disebelah barat sungai Rhein (Rheinland) diduduki pasukan Sekutu sebagai jaminan selama 15 tahun.
·         Jerman kehilangan semua daerah jajahannya dan diserahkan kepada Inggris, Perancis, dan Jepang.

D. Akibat Dari Perang Dunia I
Perang Dunia I berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia dalam bidang ekonomi, politik, dan sosial.
1.      Bidang Ekonomi
·         Perekonomian dunia mengalami krisis setelah perang. Banyak negara mengalami kebangkrutan. Puncak depresi ekonomi terjadi pada tahun 1929, dikenal sebagai Zaman Malaise.
·         Memburuknya perekonomian dunia memunculkan anggapan bahwa kapitalisme gagal. Sebagai gantinya, banyak negara menerapkan etatisme, di mana perekonomian dikendalikan oleh negara.
2.      Bidang Politik
·         Wilayah negara yang kalah perang semakin sempit, sedangkan wilayah negara pemenang perang semakin luas.
·         Di Eropa Timur muncul negara-negara baru seperti Polandia, Cekoslowakia, Yugoslavia, dan Hongaria. Di Timur Tengah timbul negara-negara baru seperti Irak, Saudi Arabia, Iran, Yordania, Syria, dan Mesir.
·         Kegagalan liberalisme mengatasi kekacauan dan kesulitan akibat perang mengakibatkan timbulnya totalitarianisme di berbagai negara. Di Italia lahir Fasisme, di Jerman timbul Nazisme, di Jepang timbul Militerisme, dan di Rusia timbul Komunisme.
3.      Bidang Sosial
·         Perang Dunia I membutuhkan perlengkapan, sehingga mendorong produktivitas industri yang semakin besar. Dengan demikian buruh semakin dibutuhkan, sehingga kedudukan buruh dan wanita semakin penting.
·         Peran kaum wanita pun penting dalam perang karena menangani kesehatan dan menggantikan pekerjaan pria. Setelah perang, tuntutan emansipasi wanita semakin kuat.
·         Pengalaman buruk di masa perang memunculkan keinginan untuk memelihara perdamaian dunia. Pada tahun 1919, dibentuk Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar